Kami menyediakan Kopi Arabika & Kopi Robusta dari Lereng Gunung IJEN RAUNG Kab. Bondowoso dan Gunung ARGOPURO Kab. Situbondo Provinsi JAWA TIMUR
Menu
Model
Beranda » Uncategorized » ARABIKA IJEN RAUNG PROSES HONEY

ARABIKA IJEN RAUNG PROSES HONEY

Dipublish pada 7 October 2019 | Dilihat sebanyak 1.761 kali | Kategori: Uncategorized

Apakah itu Ijen Raung Honey Coffee?

Dalam benak kita pasti terpikir bahwa “honey” dalam bahasa Indonesia berarti “madu”.

Wow…, kopi dicampur dengan madu. Bagaimana rasanya ya? Pasti keren

Ternyata yang dimaksud dengan Ijen Raung “Honey Coffee” adalah sebuah proses pasca panen dari kopi. Sebelum lebih jauh tentang proses Honey, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu proses pasca panen?

Proses pasca panen, secara sederhana dapat diartikan sebagai pengolahan kopi setelah buah kopi matang di petik dari kebun. Sebagian besar pengolahan pasca panen ini dilakukan dirumah petani atau dekat dengan permukiman penduduk disekitar kebun kopi Ijen Raung dengan berbagai alasan. Untuk alasan keamanan atau pun dekat dengan sumber daya, baik sumber daya manusia, energi dan alatnya.

 

 

Pada dasarnya dalam proses pasca panen dilereng Ijen Raung Bondowoso dibagi dalam 2 kategori yaitu :

Olah Basah (Wash).

Olah basah secara sederhana dapat dipahami sebagai proses pasca panen dengan melibatkan unsur air didalam pengolahannya. Olah basah sendiri tujuan utamanya adalah menghilangkan lendir yang menempel pada buah kopi sesaat sesudah proses pengelupasan kulit merah. Olah basah sendiri dibagi lagi menjadi 2, yaitu :

  1. Semi Wash.
  2. Full Wash.

Olah Kering.

Dapat dipahami sebagai pengolahan pasca panen kopi tanpa menggunakan unsur air yang meliputi :

  1. Natural.
  2. Honey.

Selanjutnya proses Honey Kopi Arabika Ijen Raung secara khusus dapat di jelaskan sebagai berikut :

PROSES HONEY KOPI ARABIKA IJEN RAUNG BONDOWOSO

  1. Pemetikan Kopi

Pemetikan kopi dikebun dengan memilih biji kopi yang sudah merah, proses pemetikan ini biasa dilakukan seminggu sekali. Setelah sampai dirumah atau ditempat pengolahan kopi, maka kopi yang telah dipetik tersebut disortir lagi untuk memisahkan biji hijau yang masih terikut. Biji kopi merah tersebut di daerah Ijen Raung biasa disebut dengan kopi glondong merah.

  1. Perambangan

Proses perambangan adalah proses memasukkan kopi glondong merah kedalam bak berisi air. Dalam proses ini kopi terdapat kopi glondong yang tenggelam dan mengambang. Kopi yang mengambang dilainkan karena kualitasnya kurang bagus, sedangkan kopi yang tenggelam akan diproses lebih lanjut.

  1. Pulper

Proses selanjutnya adalah pulper yang tujuannya untuk memisahkan kulit merah dengan biji kopi. Proses ini sebaiknya dilakukan pada saat terik matahari agar biji kopi yang dihasilkan berkualitas bagus, dalam arti lendir dari kopi dapat menempel dan warna akan menjadi seperti madu.

  1. Penjemuran

Setelah dipulper, maka kopi dijemur hingga kadar air mencapai 11 s/d 12 %. Penjemuran yang baik adalah menggunakan para-para atau di green house. Kopi yang dijemur ini masih dalam bentuk kopi HS (Hard Skin) alias masih ada kulit tanduk yang keras.

  1. Huller

Proses selanjutnya adalah huller, proses ini bertujuan untuk memisahkan atau membuang kulit HS. Sehingga akan di dapat green bean kopi atau biji kopi mentah.

  1. Sortasi Green Bean

Dalam proses ini dilakukan pemilihan atau pemisahan biji kopi yang pecah, lubang dan berwarna hitam.

  1. Penyimpanan

Kopi disimpan dalam karung kedap udara dan tidak terkena lantai langsung.

 

Salam,

Petani kopi Ijen Raung

Bagikan

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Menarik Lainnya

VARIETAS ANDALAN KOPI ARABIKA IJEN RAUNG

Dipublish pada 23 July 2018 | Dilihat sebanyak 1.717 kali | Kategori: Berita

Kopi Arabika yang ada dilereng Ijen Raung memiliki beberapa varietas, namun ada 6 yang bisa dikatakan unggul dengan karakteristik masing-masing sebagai berikut : 1.    Varietas Andungsari 1 Tipe pertumbuhan katai dengan sistem pangkasan batang tunggal, diameter tajuk untuk penanaman di ketinggian... selengkapnya

Sejarah Singkat Kopi Arabika di Indonesia

Dipublish pada 24 July 2018 | Dilihat sebanyak 2.782 kali | Kategori: Berita

  Kopi Arabika (Coffea arabica) diduga pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linné) pada tahun 1753. Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafein sebasar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan... selengkapnya

Kopi Arabika Ijen Blawan

Dipublish pada 23 July 2018 | Dilihat sebanyak 1.721 kali | Kategori: Berita

Kopi adalah komoditas ketiga yang paling banyak diperdagangkan di dunia, dengan sekitar 500 juta cangkir per tahun. Pecinta kopi memiliki ragam alasan mengapa begitu menyukai minuman hitam ini. Bisa karena aromanya yang menggoda, cita rasanyanya, atau sensasi kesegaran yang terjaga.... selengkapnya