Kami menyediakan Kopi Arabika & Kopi Robusta dari Lereng Gunung IJEN RAUNG Kab. Bondowoso dan Gunung ARGOPURO Kab. Situbondo Provinsi JAWA TIMUR
Menu
Model
Beranda » Berita » Metode Panen Kopi Arabika Ijen Raung

Metode Panen Kopi Arabika Ijen Raung

Dipublish pada 26 July 2018 | Dilihat sebanyak 3.435 kali | Kategori: Berita

Tanaman kopi yang dipelihara dengan baik sudah berproduksi pada umur 2,5 – 3 tahun bergantung pada iklim dan jenis tanaman kopi.  Tanaman kopi robusta Ijen Raung mulai berproduksi pada umur 2,5 tahun, sedangkan kopi arabika Ijen Raung mulai berproduksi pada umur 2,5 – 3 tahun.  Tanaman kopi yang ditanam pada dataran rendah berbuah lebih cepat dibandingkan pada dataran tinggi. 


Panen buah kopi pertama umumnya sedikit.  Jumlah tersebut meningkat dari tahun ke tahun dan mencapai puncaknya setelah tanaman berumur 7 – 9 tahun.  Tanaman kopi berumur 7 – 9 tahun rata-rata produksi 500 – 1.500 kg kopi beras/ha/tahun.  Tanaman kopi yang dikelola secara intensif produksinya men-capai 2.000 kg/ha/tahun.  Buah kopi Ijen Raung mulai masak bulan April/Mei sampai September/Oktober.  Pada daerah-daerah basah, distribusi panen lebih merata daripada di daerah-daerah kering, sehingga masa panennya lebih panjang (April – Oktober).  Rendemen buah kopi, yaitu perbandingan antara berat kopi biji dan berat kopi gelondong berbeda-beda menurut jenis kopinya.  Rendemen kopi robusta 22 – 24%, kopi arabika 16 – 18%, dan kopi Liberika 10-12%.

Waktu Panen
Untuk mendapatkan mutu hasil yang tinggi, buah kopi Ijen Raung dipetik setelah matang yaitu saat kulit buah berwarna merah.  Waktu yang dibutuhkan dari terbentuknya kuncup bunga sampai siap dipanen adalah 8 – 11 bulan untuk kopi Robusta dan 6 – 8 bulan untuk kopi Arabika.  Beberapa jenis kopi seperti kopi liberika dan kopi yang ditanam pada daerah basah, panen bisa dilakukan sepanjang tahun.  Kopi robusta dan kopi yang ditanam pada daerah kering umumnya menghasilkan buah pada musim tertentu sehingga panen dilakukan secara musiman.  Musim panen kopi pada bulan Mei/Juni dan berakhir pada bulan Agustus/September.

Tanaman kopi berbunga tidak serempak sehingga buahpun matang tidak serempak, oleh kerena itu buah kopi dipetik secara bertahap.  Buah yang berwarna merah dipetik satu per satu dengan tangan.  Pemetikan buah kopi dibagi menjadi tiga tahap yaitu :


a. Pemetikan pendahuluan.

Pemetikan pendahuluan kopi Ijen Raung dilakukan pada bulan April untuk memetik buah yang terserang hama bubuk buah.  Kopi yang terserang hama bubuk buah berwarna kuning sebelum berumur delapan bulan.  Buah kopi dipetik, kemudian  dijemur untuk diolah secara kering.


b. Petik merah (panen raya).

Panen raya di lereng Ijen Raung mulai bulan Mei/Juni untuk memetik buah yang sudah berwarna merah.  Penen raya berlangsung selama 3 – 4 bulan dengan giliran pemetikan pertanaman 10 – 14 hari.  Artinya dalam waktu 3 – 4 bulan buah kopi dapat dipanen setiap 10 – 14 hari sekali.  Buah kopi berwarna hijau yang terbawa saat panen harus dipisahkan dari buah berwarna merah.


c. Petik racutan dan lelesan.

Petik racutan adalah memanen buah kopi yang berwarna hijau dilakukan bila sisa buah di pohon sekitar 10%.  Caranya dengan memetik semua buah yang masih tersisa di pohon baik yang berwarna merah maupun yang berwarna hijau. Setelah dipetik, buah yang berwarna merah dipisahkan dengan buah yang berwarna hijau.  

Sedangkan lelesan adalah mengumpulkan semua buah yang jatuh di sekitar pohon kopi baik buah berwarna merah, berwarna hijau maupun buah yang hampa agar tidak menjadi inang hama bubuk buah.


*Dikutip dari berbagai sumber



Salam,



Petani Kopi Ijen Raung

 

Bagikan

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Menarik Lainnya

ARABIKA IJEN RAUNG PROSES HONEY

Dipublish pada 7 October 2019 | Dilihat sebanyak 1.760 kali | Kategori: Uncategorized

Apakah itu Ijen Raung Honey Coffee? Dalam benak kita pasti terpikir bahwa “honey” dalam bahasa Indonesia berarti “madu”. Wow…, kopi dicampur dengan madu. Bagaimana rasanya ya? Pasti keren Ternyata yang dimaksud dengan Ijen Raung “Honey Coffee” adalah sebuah proses pasca... selengkapnya

Apa itu BARISTA?

Dipublish pada 18 July 2018 | Dilihat sebanyak 1.088 kali | Kategori: Berita

Secara tata bahasa, “Barista” berasal dari bahasa Italia yang berarti “Pelayan Bar”. Namun secara umum Barista diartikan seseorang yang memiliki keahlian khusus meracik minuman kopi yang akan disajikan kepada pelanggan di sebuah Coffee Shop/Café/Restoran. Selain mesin espresso dan kopi, barista adalah ‘jiwa’ dari sebuah coffee... selengkapnya

Metode Panen Kopi Arabika Ijen Raung

Dipublish pada 26 July 2018 | Dilihat sebanyak 3.435 kali | Kategori: Berita

Tanaman kopi yang dipelihara dengan baik sudah berproduksi pada umur 2,5 – 3 tahun bergantung pada iklim dan jenis tanaman kopi.  Tanaman kopi robusta Ijen Raung mulai berproduksi pada umur 2,5 tahun, sedangkan kopi arabika Ijen Raung mulai berproduksi pada umur 2,5 – 3 tahun. ... selengkapnya