Kami menyediakan Kopi Arabika & Kopi Robusta dari Lereng Gunung IJEN RAUNG Kab. Bondowoso dan Gunung ARGOPURO Kab. Situbondo Provinsi JAWA TIMUR
Menu
Model
Beranda » Berita » Sejarah Singkat Kopi Arabika di Indonesia

Sejarah Singkat Kopi Arabika di Indonesia

Dipublish pada 24 July 2018 | Dilihat sebanyak 2.783 kali | Kategori: Berita

 

Kopi Arabika (Coffea arabica) diduga pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linné) pada tahun 1753. Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafein sebasar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang. Kopi arabika tumbuh di daerah di ketinggian 700-1700 m dpl dengan suhu 16-20 °C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perhatian lebih dibanding kopi Robusta atau jenis kopi lainnya. Kopi arabika saat ini telah menguasai sebagian besar pasar kopi dunia dan harganya jauh lebih tinggi daripada jenis kopi lainnya.

Penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Di Indonesia penyebaran tumbuhan kopi pada awalnya dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. “Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa,” ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.

Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19.

Meskipun demikian, sisa tanaman kopi arabika masih dijumpai di kantong penghasil kopi di Indonesia, antara lain dataran tinggi Ijen Raung (Kab. Bondowoso Jawa Timur), tanah tinggi Toraja (Sulsel), serta lereng bagian atas pegunungan Bukit Barisan (Sumatera), seperti Mandailing, Lintong dan Sidikalang (Sumut) serta dataran tinggi Gayo (DI Aceh).

 

Salam,

 

Petani Kopi Ijen Raung

Bagikan

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Menarik Lainnya

VARIETAS ANDALAN KOPI ARABIKA IJEN RAUNG

Dipublish pada 23 July 2018 | Dilihat sebanyak 1.717 kali | Kategori: Berita

Kopi Arabika yang ada dilereng Ijen Raung memiliki beberapa varietas, namun ada 6 yang bisa dikatakan unggul dengan karakteristik masing-masing sebagai berikut : 1.    Varietas Andungsari 1 Tipe pertumbuhan katai dengan sistem pangkasan batang tunggal, diameter tajuk untuk penanaman di ketinggian... selengkapnya

Sejarah Singkat Kopi Arabika di Indonesia

Dipublish pada 24 July 2018 | Dilihat sebanyak 2.783 kali | Kategori: Berita

  Kopi Arabika (Coffea arabica) diduga pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linné) pada tahun 1753. Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafein sebasar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan... selengkapnya

Kopi Arabika Ijen Blawan

Dipublish pada 23 July 2018 | Dilihat sebanyak 1.721 kali | Kategori: Berita

Kopi adalah komoditas ketiga yang paling banyak diperdagangkan di dunia, dengan sekitar 500 juta cangkir per tahun. Pecinta kopi memiliki ragam alasan mengapa begitu menyukai minuman hitam ini. Bisa karena aromanya yang menggoda, cita rasanyanya, atau sensasi kesegaran yang terjaga.... selengkapnya